Microgreens: Pengertian, Nutrisi, Jenis, dan Kegunaan pada Masakan

Tiap-tiap lihat video atau acara masak luar negeri, saya selamanya ingin tahu dengan daun-daun kecil yang ditebarkan di atas makanan jadi garnish atau hiasan. Memangnya ada ya daun sekecil itu yang dapat dikonsumsi? Jawabannya, nyata-nyatanya ada! Serta daun-daun kecil itu bukan daun biasa, tapi microgreens atau sayuran yang masih terhitung muda.

Microgreens ini belum sangat digemari banyak orang di Indonesia. Mungkin, baru kelompok praktisi makanan sehat serta organik saja yang menyantapnya lewat cara teratur. Lalu, memang, microgreens apa itu sich? Serta mengapa dikonsumsi jadi makanan sehat?

1. Apa yang dimaksud microgreens?

Lewat cara sederhana, microgreens adalah tanaman sayuran hijau dalam vs kecil. Lebih lengkapnya, microgreens merupakan tanaman sayuran hijau serta herba yang dipanen di umur benar-benar muda, yakni kira-kira 10-14 hari atau seusai melalui proses perkecambahan. Jadi, microgreens ini tidaklah kecambah seperti tauge, tapi udah berbentuk tunas yang punyai batang dan daun.

Microgreens dibudidayakan pada tray teristimewa dengan media tanam berkualitas baik. Benih microgreens disebar langsung ke media tanam, lalu ditetesi dengan air serta di-spray 1-2 kali satu hari buat pertumbuhannya.

Waktu ini, anda lantas dapat menanam microgreens sendiri dalam rumah lantaran bibit-bibitnya telah banyak sekali yang jual. Tanaman microgreens dapat dipanen seusai tingginya raih 5-7,5 cm.

2. Kandungan nutrisi

Microgreens pada awalnya cuma dimanfaatkan buat garnish atau hiasan beberapa santapan kelas restoran. Penampilannya yang menarik selanjutnya bikin banyak periset tergelitik buat meniliti kandungan nutrisi pada microgreens seterusnya.

Seusai di teliti, nyata-nyatanya microgreens malah punyai kandungan nutrisi semakin banyak serta lebih komplet ketimbang sayuran hijau yang dipanen tua. Hampir raih 6 kali lipatnya. Soal ini karena semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman buat tumbuh masih komplet terdapat dalam microgreens. Sampai-sampai, anda yang menyantapnya akan ikut dapatkan nutrisi itu.

Beberapa nutrisi yang terdapat di microgreens merupakan vitamin C, vitamin E, beta karoten, karotenoid, serta vitamin K.

3. Tipe tanaman microgreens

Pada prinsipnya, hampir semua tanaman sayuran hijau dapat dipanen jadi microgreens. Tetapi, belum semua benih sayuran hijau itu melalui proses kajian serta peningkatan buat dipanen muda dengan nutrisi yang maksimum.

Beberapa tanaman sayuran hijau yang udah umum dipanen jadi microgreens di antaranya daun ketumbar (coriander), seledri (celery), kale, daun parsley, daun kubis merah (red cabbage), basil, pakchoi, alfalfa, red amaranth, serta bayam.

4. Faedah pada masakan

Microgreens terbaik disantap lewat cara fresh tanpa ada diolah. Biasanya, microgreens dimanfaatkan jadi garnish atau hiasan pada masakan di restoran, seperti steak serta sup. Seusai didapati punyai nutrisi yang menakjubkan banyak, microgreens mulai dikonsumsi jadi salad serta isian sandwich.

Dalam menyantapnya, anda dianjurkan buat mencampurkan beberapa tipe microgreens. Bukan cuma buat dapatkan nutrisi yang lebih komplet serta beraneka, tetapi juga buat cicipi jenis rasa yang dipunyai semasing tipe microgreens. Terkecuali itu, percampuran warna beberapa microgreens pula bikin penampakan makanan bertambah menarik serta menggugah hasrat.

Wah, nyata-nyatanya sayuran-sayuran kecil yang menjadi hiasan makanan itu bukan hanya cantik ya. Namun juga kaya nutrisi yang dibutuhkan oleh badan. Seusai tahu kemanfaatannya, apa anda jadi tertarik buat menyantapnya? Atau bahkan juga juga tertarik buat menanamnya dalam rumah?

Di Indonesia microgreen belum publised. Kemanfaatannya buat sumber daya manusia hari esok sangat perlu. Bagaima na Menteri Pertanian?

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *